KORAN-FAKTA.ID – Ketua PMI Kecamatan Tarogong Kidul, Eris Puspitaningsih, S.E., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Tarogong Kidul, mengapresiasi kegiatan donor darah dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Garut, pada 6 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat serta berbagai pihak yang peduli terhadap kemanusiaan dan kesehatan.
Eris Puspitaningsih menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap pelaksanaan donor darah yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan sangat mendukung kegiatan donor darah seperti ini. Sampai saat ini, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah memang harus terus ditingkatkan. Masih banyak yang menganggap donor darah itu menakutkan atau menyakitkan, padahal mereka belum pernah mencobanya,” ujar Eris.
Menurutnya, ketersediaan stok darah saat ini masih menjadi tantangan. Karena itu, PMI terus berupaya menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk rutin menggelar kegiatan donor darah.
“PMI juga berkoordinasi dengan kami di Kecamatan Tarogong Kidul untuk menyelenggarakan donor darah di setiap desa dan kelurahan. Alhamdulillah, saat ini sudah ada empat agenda donor darah yang dijadwalkan. Di Kelurahan Jayawaras akan dilaksanakan pada 9 Juni, kemudian di Desa Jayaraga pada 12 Juni, dan selanjutnya akan dilaksanakan di desa maupun kelurahan lainnya,” jelasnya.
Ia menuturkan, jumlah pendonor darah dari Kecamatan Tarogong Kidul sebenarnya cukup besar. Hanya saja, karena banyak warga yang mendonorkan darah langsung ke PMI atau melalui berbagai kegiatan yang tersebar di wilayah kecamatan, jumlah tersebut tidak selalu tercatat secara khusus sebagai kontribusi Tarogong Kidul.
“Kalau diakumulasi, saya yakin jumlah pendonor dari Tarogong Kidul cukup besar, bahkan bisa melebihi beberapa kecamatan lain. Hanya saja tidak semuanya tercatat dalam satu kegiatan tertentu,” katanya.
Eris juga mengajak masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darah. Menurutnya, rasa sakit akibat tusukan jarum saat donor darah sangat kecil dibandingkan manfaat yang diperoleh, baik bagi pendonor maupun bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
“Memang ditusuk jarum itu terasa sakit, tetapi jika diukur dari skala 1 sampai 10, mungkin hanya di angka 2 atau 3. Selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri karena tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), dan kondisi kesehatan lainnya dapat diperiksa terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ketersediaan darah bukan hanya menjadi tanggung jawab PMI semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Ketika ada keluarga kita yang sakit dan membutuhkan darah, tentu kita berharap stok darah tersedia. Karena itu, menjaga ketersediaan darah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kewajiban PMI. Mari kita tumbuhkan kesadaran untuk rutin mendonorkan darah demi membantu sesama,” pungkasnya.



















