KORAN-FAKTA.ID – Usai kunjungan kerja dari Yogyakarta, Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi IV, Yudha Puja Turnawan, menyempatkan diri mengunjungi kediaman Ibu Siti Romah, seorang janda duafa yang tinggal di rumah sangat tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya di Kampung Tegal Nyanda, RT 02 RW 12, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jumat (26/6/2026)
Kondisi rumah Ibu Siti Romah sangat memprihatinkan. Atap bagian dapur telah ambruk sehingga bangunan harus ditopang menggunakan bambu, baik dari dalam maupun luar rumah. Selain itu, kondisi bangunan sudah tampak miring dan berisiko membahayakan keselamatan penghuninya.
Ibu Siti Romah memiliki tiga orang anak dan satu cucu yang baru berusia tiga bulan. Karena menantunya yang bekerja sebagai anak buah kapal tidak memberikan kabar selama enam bulan, Ibu Siti Romah terpaksa merantau ke Kabupaten Indramayu untuk mencari nafkah.

Sementara itu, rumah tersebut dihuni oleh ketiga anaknya, yakni Sani Nurmala, Silma Rahayu, dan Latip Muhammad Rifki, bersama cucunya yang bernama Althea.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha didampingi Sekretaris Kecamatan Sukawening Ayi Sunarya, pendamping sosial Kecamatan Sukawening, Pemerintah Desa Sukasono, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut.
Pada kesempatan itu, Yudha memberikan santunan berupa uang tunai dan bingkisan sembako kepada anak-anak Ibu Siti Romah. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut juga menyerahkan bantuan sembako untuk keluarga tersebut.
Yudha Puja Turnawan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut harus memprioritaskan perbaikan rumah Ibu Siti Romah karena kondisinya sudah sangat membahayakan, terlebih di rumah tersebut terdapat seorang bayi yang masih berusia tiga bulan.
Ia juga mendorong Bupati Garut agar segera membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sehingga Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat miskin ekstrem di Garut.
Selain itu, Yudha berharap BAZNAS Garut lebih banyak melakukan asesmen langsung ke lapangan agar dapat memetakan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan dan layak menjadi prioritas.
“Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu Ibu Siti Romah dan warga Garut lainnya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Siapa kita sebagai manusia jika abai dengan derita sesama,” pungkasnya. (**)



















