KORAN-FAKTA.ID – GARUT | Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi sekaligus menyalurkan bantuan kepada enam keluarga terdampak kebakaran di Kampung Dayeuhandap, RW 03, RT 04–05, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (14/10/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni kembali, sementara empat rumah lainnya turut terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dalam kunjungan itu, Yudha didampingi perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Supriyadi, Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Kota Kulon Lazuardi, serta pengurus PDI Perjuangan. Kehadiran mereka bertujuan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tertimpa musibah.
Berdasarkan data yang disampaikan, dua rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing berkaitan dengan keluarga Didi serta keluarga Suhendar dan Yanto. Sementara itu, keluarga lain yang turut terdampak adalah keluarga Asep, Hadimah, dan Asep Ferry. Secara keseluruhan, terdapat enam keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan pascakebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan uang. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut juga menyalurkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Musibah ini tentu sangat berat. Bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi seluruh harta benda mereka juga ikut terbakar. Karena itu, harus ada bantuan yang segera diberikan agar keluarga yang terkena musibah bisa segera pulih,” ujar Yudha.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu para korban, terutama keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan membutuhkan pembangunan kembali.
Menurut Yudha, dukungan dapat dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari BPR Garut, Bank BJB, hingga perusahaan dan entitas usaha berskala besar lainnya yang beroperasi di Kabupaten Garut.
“Harapan saya, Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Pak Sekda bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR. Bisa dari BPR Garut, BJB, maupun entitas usaha lainnya dalam skala besar yang bisa dihimpun oleh pemerintah daerah,” katanya.
Selain melalui CSR, Yudha juga mendorong keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan solidaritas Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta sumber bantuan lainnya.
“Harapan saya ada juga dukungan dari Baznas dan solidaritas ASN, dari KORPRI atau sumber-sumber lainnya. Yang terpenting, keluarga yang terkena musibah bisa segera membangun kembali rumahnya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah yang mengalami kerusakan berat harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar para korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalani kehidupan secara normal.
“Mari kita bahu-membahu mencari solusi untuk keluarga yang rumahnya kebakaran dan kehilangan harta benda. Semoga dengan gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, mereka bisa segera bangkit kembali,” ucapnya.
Sementara itu, Plt. Lurah Kota Kulon, Lazuardi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yudha Puja Turnawan yang telah datang langsung menemui warga terdampak kebakaran.
“Terima kasih Pak Yudha dari DPRD Kabupaten Garut yang telah mengunjungi korban terdampak kebakaran,” ujar Lazuardi.
Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Baznas,
serta Dinas Sosial Kabupaten Garut.
Menurut Lazuardi, data para korban telah dihimpun dan sedang diproses untuk selanjutnya diajukan kepada dinas maupun lembaga terkait. Pengajuan tersebut diprioritaskan untuk membantu keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan paling berat.
“Data keseluruhannya sudah dihimpun dan sedang diinput kembali. Hari ini akan langsung diajukan kepada dinas-dinas terkait, khususnya untuk dua rumah yang terdampak paling berat,” katanya.
Pihak kelurahan, lanjut Lazuardi, akan terus memantau perkembangan pengajuan bantuan agar penanganan terhadap warga terdampak, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dapat segera ditindaklanjuti.
“Untuk prosesnya sedang dilanjutkan dan akan terus kami laporkan,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Analis Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Supriyadi, mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah kecamatan untuk membantu warga terdampak kebakaran di Kampung Dayeuhandap.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setelah data penerima diverifikasi agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Sehingga saat ini kita bisa bersama-sama menyalurkan bantuan kepada korban yang terdampak di wilayah Kelurahan Kota Kulon ini. Namun, biasanya kita memiliki jeda terlebih dahulu. Biasanya Dinsos terlebih dahulu, kemudian kita setelah mendapatkan data valid,” jelas Supriyadi.
Melalui sinergi pemerintah daerah, lembaga terkait, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan bantuan bagi enam keluarga terdampak dapat terus diupayakan, terutama untuk mendukung pembangunan kembali rumah yang mengalami kerusakan berat sehingga para korban dapat segera bangkit dari musibah tersebut. (J.wan/*)



















