Jumat, April 17, 2026

Latest Posts

Kunjungan Wisatawan ke Garut Melonjak 59,7 Persen pada Musim Lebaran 2026

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat lonjakan tajam kunjungan wisatawan pada musim libur Lebaran 2026. Angka kunjungan meningkat hingga 59,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pergeseran tren destinasi unggulan yang kini didominasi oleh wilayah Garut Selatan.

Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengungkapkan bahwa total wisatawan yang berkunjung ke Garut mencapai 255.506 orang. Angka ini naik signifikan dari data tahun 2025 yang tercatat sebanyak 159.997 wisatawan.

“Kita mengalami peningkatan hampir 59,6%, Pak. Jadi dari data tahun 2025 kemarin sebesar 159.997 wisatawan, nah data terakhir di 2026 untuk musim lebaran ini 255.506 wisatawan. Jadi artinya ada peningkatan 59,7%, jadi hampir 60% Pak peningkatan kunjungan wisatawan,” ujar Beni saat diwawancarai di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (6/4/2026).

Menariknya, peta destinasi favorit wisatawan tahun ini mengalami anomali. Jika pada tahun 2025 destinasi seperti Tepas Papandayan dan Taman Air Sabda Alam mendominasi, pada tahun 2026 posisi puncak justru direbut oleh wisata pantai.

Beni memaparkan, Pantai Santolo menempati urutan pertama dengan total 23.368 pengunjung, disusul oleh Pantai Sayang Heulang di posisi kedua dengan 21.560 pengunjung. Sementara itu, TWA Gunung Papandayan tetap menunjukkan performa positif di posisi ketiga dengan 22.447 pengunjung meningkat dari angka 15.400 pada tahun lalu.

Setelah itu, posisi selanjutnya diikuti oleh Taman Air Sabda Alam (18.963 pengunjung) dan Tepas Papandayan (18.810 pengunjung).

“Nah ini di tahun 2026, ini ada tren yang sangat luar biasa saya kira ya begitu di tengah dinamika kondisi lapangan yang begitu dinamis. Nah justru sekarang yang menjadi destinasi wisata unggulan untuk kunjungan yang terbanyak itu ada di Pantai Santolo, Pak,” lanjutnya.

Kadisparbud Garut menuturkan, jumlah kunjungan ini berbanding lurus dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beni memaparkan bahwa kontribusi dari sektor pariwisata melonjak tajam, bahkan melampaui target tahunan di beberapa titik yaitu Pantai Santolo mencapai 134% dari target satu tahun, Pantai Sayang Heulang sudah menyentuh 49% dari target tahunan, dan Pantai Rancabuaya mencapai 59% dari target tahunan.

“Nah Jadi saya masih optimis DTW Selatan ini masih bisa ditingkatkan dengan baik. Kita masih punya dua peak season Pak, peak season di musim liburan sekolah biasanya dengan di musim natal dan tahun baru,” ujar Beni.

Meski mencatatkan raport hijau, Disparbud Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus membenahi sektor keamanan dan kebersihan di seluruh objek wisata. Beni menegaskan, fokus utama ke depan adalah peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta modernisasi sistem pengelolaan di mana salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah percepatan digitalisasi melalui sistem e-ticketing.

“Jadi kita ke depan mudah-mudahan kita akan coba secara bertahap semua DTW akan kita lakukan e-ticketing, digitalisasi e-ticketing ya, baik melalui Qris atau melalui e-ticketing. Nah mudah-mudahan ini memperbaiki tingkat kunjungan pariwisata di Kabupaten Garut bersama peningkatan PAD-nya,” pungkasnya.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 1
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 13
Iklan 14
Iklan 15
Iklan 16
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012