KORAN-FAKTA.ID – Seiring dengan kemajuan zaman, banyak masyarakat yang tidak lagi menghiraukan peninggalan sejarah. Bahkan, banyak gedung bersejarah yang dialihfungsikan, seperti menjadi kafe, tempat berjualan, atau bahkan dibiarkan mangkrak dan tidak digunakan.
Ketidakpedulian ini menggugah seorang budayawan Garut untuk mengajak masyarakat melestarikan peninggalan sejarah.
“Saya prihatin melihat banyak gedung peninggalan sejarah yang dialihfungsikan, bahkan ada yang mangkrak dan tidak diurus. Padahal, peninggalan tersebut sangat berharga bagi kita agar masyarakat mengetahui sejarah kita,” ujar Nurseno SP Utomo, budayawan Garut melalui Rilisnya, Jum’at (23 Agustus 2024)
Di Kabupaten Garut, misalnya, terdapat sebuah gedung heritage yang dulunya digunakan sebagai bioskop. Saat ini, gedung tersebut akan dialihfungsikan menjadi tempat berjualan. Hal ini membuat Nurseno kecewa, karena gedung tersebut dibangun pada masa penjajahan dan merupakan tempat pertama kali adanya sinema di Kabupaten Garut.
Nurseno juga berharap para pemimpin, baik di Kabupaten Garut maupun di Jawa Barat, peduli dan dapat menjaga gedung-gedung bersejarah.
Selain itu, Nurseno mendukung salah seorang calon gubernur, yaitu Dedi Mulyadi, yang peduli terhadap sejarah dan budaya di Jawa Barat. “Semoga dengan adanya pemimpin yang peduli, gedung-gedung bersejarah dapat dijaga dengan baik,” pungkas Nurseno SP Utomo. (*)