KORAN-FAKTA.ID — Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Inf. Andrik Pahrijal, melakukan peletakan batu pertama dalam program bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di RW 12, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Program ini merupakan sinergi antara Mabes TNI, Baznas RI, Baznas Kabupaten Garut, dan Pemerintah Daerah Garut. Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Andrik Pahrijal, Ketua Baznas Garut H Abdulah Efendi, Camat Garut Kota Rena Sudrajat, Danramil 1101 Kapten Wardiman, Kapolsek Garut Kota AKP Zaenuri, Lurah Kota Kulon Asep Ridwan, dan penerima manfaat Agus Subhan serta jajaran kepengurusan RT/RW
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan rumah untuk 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Garut. Secara simbolis, pembangunan dimulai dari Kecamatan Garut Kota, diikuti lima KPM di Kecamatan Cibatu dan empat KPM di Kecamatan Samarang.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, H. Abdulah Efendi, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil sinergi Baznas RI dan Mabes TNI sebagai bentuk nyata dari pengelolaan dana zakat yang dikumpulkan dari masyarakat, termasuk TNI dan ASN.
“Bantuan pembangunan ini sebesar Rp25 juta per KPM, sudah termasuk upah kerja (HOK) dan material bangunan. Dana ini langsung ditransfer ke penerima manfaat,” ujar H. Abdulah.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum menunaikan zakat, khususnya zakat mal, untuk menyalurkannya melalui Baznas Garut agar bisa dimanfaatkan secara optimal dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Menurutnya, salah satu indikator kemiskinan adalah masih banyaknya rumah tidak layak huni (Rutilahu). Baznas hanya berperan sebagai fasilitator, dan kerja sama dengan Mabes TNI ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dimanfaatkan secara nasional melalui kegiatan sosial seperti ini.
“insyaallah rencananya peresmian 10 rutilahu ini akan dihadiri langsung oleh Panglima TNI dan Baznas RI,” tuturnya
Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Andrik Pahrijal, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah kerja sama antara TNI dan Baznas. Ia mengingatkan bahwa dana Rp25 juta tidak cukup jika tanpa gotong royong. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah kelurahan/desa dan masyarakat untuk turut serta membantu proses pembangunan.
“TNI punya kemampuan, tapi juga ada batas kemampuan. Maka kita butuh kolaborasi dengan masyarakat. Jika HOK bisa dialihkan untuk membeli bahan bangunan dan pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong, tentu akan jauh lebih efisien,” jelasnya.
Selain program ini, Dandim juga menyampaikan bahwa Garut mendapat tambahan 10 unit Rutilahu dari Mabes TNI dan Baznas serta melalui perhatian langsung Panglima TNI. Ini di luar dari program Serbu Teritorial untuk 50 unit Rutilahu yang juga sedang berjalan.
Tak hanya itu, selain pembangunan TNI bersama Baznas, Kami TNI juga turut terlibat dalam pembangunan masjid di wilayah Tarogong Kaler, rehabilitasi MCK dan dapur untuk anak-anak yatim piatu di Yayasan Darulfalah, serta pembangunan sumur bor di wilayah Cikelet dan Samarang.
“Semoga seluruh kegiatan ini bisa selesai sebelum bulan September 2025,” harapnya (J Wan)





