KORAN-FAKTA.ID – Meski genangan banjir telah surut, perhatian Pemerintah Kabupaten Garut terhadap kesehatan warganya tidak ikut surut. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), layanan kesehatan terus digencarkan, terutama bagi masyarakat terdampak di sejumlah titik lokasi bencana banjir.
Sekretaris Dinkes Garut, H. Yodi Sirodjudin, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengerahkan Tim Public Safety Center (PSC) dari berbagai puskesmas untuk melakukan kunjungan langsung ke rumah warga maupun mendirikan posko kesehatan. Fokus layanan kesehatan ini ditujukan kepada kelompok rentan, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta warga dengan penyakit penyerta pasca banjir.
“Kami tetap siaga penuh meski banjir telah reda. Kondisi pascabencana sering kali memicu lonjakan penyakit, maka layanan kesehatan harus tetap optimal,” ujarnya.

Yodi menyampaikan bahwa terdapat 23 puskesmas dari 14 kecamatan terdampak banjir yang saat ini disiagakan. “Dari 23 puskesmas tersebut, semuanya disiagakan 24 jam. Harus ada petugas piket. Misalnya, di lokasi bencana seperti Cimacan, kami memiliki pos layanan kesehatan di lokasi. Kami juga telah melakukan upaya awal, seperti memberikan sanitasi kit berupa sabun dan alat kebersihan,” terangnya.
“Terutama di wilayah Haurpanggung, kami juga melakukan fogging setelah genangan air surut, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kami fokus di Cimacan karena banyaknya masyarakat terdampak, namun wilayah lain juga tetap kami pantau dan siagakan, apalagi yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
Yodi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap siaga hingga masa status tanggap darurat bencana berakhir.
Dari catatan Dinkes, sejumlah penyakit dominan yang ditangani pascabanjir antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, demam, rematik, diare, hipertensi, dan gatal-gatal akibat air.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan bencana.
“Jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan, bisa menghubungi PSC di 119. Jika ada yang menyimpan nomor Kapus atau pejabat Dinkes, silakan dihubungi karena petugas puskesmas kami Dinkes siap siaga 24 jam,” tutupnya. (J Wan)





