Kepala Bidang Destinasi wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Hj. Imas Nurjamilah, SE., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi masa libur Nataru.
“Dari Dinas Pariwisata ada beberapa langkah yang kami siapkan. Pertama, kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama terkait keamanan, lalu lintas, transportasi, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung,” ujar Hj. Imas.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan pada minggu kedua November sudah dapat menyerahkan sejumlah sarana dan prasarana pengamanan kepada Balawista di wilayah pantai selatan Garut. Hal ini mengingat kawasan tersebut termasuk wilayah rawan, terutama saat musim liburan panjang.
“Rencananya akan ada sembilan item alat pengamanan yang segera kami serahkan kepada Balawista. Saat ini kami memiliki 18 Balawista binaan Disparbud Garut yang tersebar di berbagai titik pantai. Beberapa di antaranya juga merupakan binaan desa, namun tetap kami fasilitasi alat pengamanan bila diperlukan,” jelasnya.
Bantuan yang akan diberikan meliputi seragam Balawista, alat pengeras suara (megaphone), tanda peringatan, ATV, perahu karet, perahu kaca, dan beberapa alat keselamatan lainnya. Penyerahan dilakukan melalui UPT Disparbud wilayah selatan, yang kemudian akan mendistribusikannya kepada masing-masing ketua Balawista untuk digunakan di lapangan.
“Semua alat tersebut tetap tercatat di UPT, namun bisa dipinjamkan bila ada titik pantai yang membutuhkan tambahan alat pengamanan,” tutur Hj. Imas.
Selain itu, Disparbud Garut juga memiliki enam tenaga lapangan dari program rangka desa yang membantu menjaga kebersihan kawasan wisata. Para anggota Balawista juga diarahkan untuk ikut menjaga kebersihan pantai, terutama saat kondisi pengunjung tidak terlalu padat.
“Untuk tahun 2026, pembinaan akan kami fokuskan di wilayah selatan, terutama dalam aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan pantai,” lanjutnya.
Terkait dengan permasalahan premanisme dan citra wisata Garut yang dinilai mahal, Hj. Imas menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama lintas pihak.
“Ke depan akan dibentuk forum kecil untuk membahas permasalahan-permasalahan tersebut. Kami dari Dinas Pariwisata siap berkontribusi memberikan informasi yang jelas, termasuk mengevaluasi sistem tiket agar tidak memberatkan pengunjung. Untuk tahun ini, tiket masih menggunakan harga lama, tidak ada kenaikan,” pungkasnya. (J WAN).