Sumber artikel: Ari Mohammad Ridwan, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Garut
KORAN-FAKTA.ID – Air bukan hanya kebutuhan, tetapi sumber kehidupan. Di Kabupaten Garut, ribuan hektare sawah bergantung pada jaringan irigasi. Namun, selama ini pengelolaan irigasi kerap menghadapi berbagai kendala, seperti saluran yang kurang terawat, koordinasi antara pengelola dan petani yang belum optimal, serta minimnya rasa memiliki terhadap jaringan irigasi. Akibatnya, produktivitas pertanian sering kali stagnan.
Melihat kondisi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Garut mendorong gagasan IRIGASI PEDULI, sebuah inisiatif yang mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat untuk ikut mengelola serta peduli terhadap keberlangsungan irigasi.

Gagasan ini hadir bukan sekadar program teknis, tetapi sebuah gerakan bersama untuk membangun kepedulian. Melalui IRIGASI PEDULI, dinas teknis, kecamatan, pemerintah desa, petani/P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air), hingga dunia usaha diharapkan mampu bergandeng tangan menjaga aliran air tetap lancar, adil, dan berkelanjutan.
Beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan antara lain:
Sosialisasi kepada petani dan masyarakat agar tumbuh kesadaran pentingnya merawat jaringan irigasi secara partisipatif.
Adaptif terhadap perkembangan digital dengan sistem pelaporan cepat melalui WhatsApp maupun Instagram Dinas PUPR, sehingga mampu menyederhanakan birokrasi pelayanan.
Kemitraan dengan dunia usaha melalui program CSR untuk mendukung pemeliharaan fasilitas irigasi.
Pendampingan dan bimbingan teknis bagi tim pengelola irigasi agar lebih profesional dan responsif.
Kolaborasi multipihak yang melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Bappeda, Inspektorat, BBWS Cimanuk–Cisanggarung, kecamatan, pemerintah desa, hingga Diskominfo untuk publikasi dan transparansi.
Lebih dari itu, IRIGASI PEDULI membawa pesan moral bahwa irigasi bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika air mengalir dengan baik, bukan hanya padi yang tumbuh subur, tetapi juga harapan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui gagasan ini, Kabupaten Garut—khususnya Dinas PUPR—menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan sekaligus membangun budaya gotong royong modern dalam pengelolaan sumber daya air. Dari irigasi yang peduli, akan lahir masyarakat yang mandiri dan sejahtera.(*)





