KORAN-FAKTA.ID – Isu adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Fiktif dalam program Makan Bergizi Gratis yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional ( BGN ) sangatlah tidak benar.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya kepada awak media, Minggu, 21 September 2025.
Menurut Sony Sonjaya yang dikutip dari Pikiran Rakyat.com, sistem yang dimiliki oleh Badan Gizi Nasional saat sangat selektif dan terintegrasi , maka memungkinkan terjadinya penyaluran anggaran kepada pihak yang tidak memiliki kelengkapan administrasi dan infrastruktur sesuai prosedur sangat tidak mungkin.

” Yang ada istilah ” SPPG FIKTIF ” ini muncul dimana banyak ditemukannya titik lokasi pengajuan pembangunan dapur oleh Mitra tidak kunjung dikerjakan, akhirnya timbul kesan adanya SPPG yang tidak nyata, padahal faktanya lokasi tersebut sudah didaftarkan oleh mitra tetapi progres pembangunannya terhenti bahkan berbulan-bulan” Terang Sony Sonjaya.
Ungkap Sony, akibat terjadinya hal ini, tentu sangat menghambat terhadap percepatan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh BGN, dimana banyak mitra yang ingin serius membangun SPPG terkendala dengan kuota yang ditentukan.
“ Jelas dampaknya menghambat program MBG karena membuat lokasi di sistem terlihat penuh. Padahal banyak mitra lain yang serius membangun SPPG tetapi terkendala karena slot lokasi dianggap sudah terisi,” ungkap Sony.
Oleh karena itu lanjutnya, BGN dalam waktu beberapa lalu sempat menutup portal pendaftaran pengajuan calon SPPG, guna memverifikasi ulang titik – titik pengajuan SPPG yang dinilai tidak memenuhi prosedur yang sudah ditentukan oleh BGN.
” Saat ini kita sudah selesai melakukan verifikasi itu, kemungkinan dalam minggu ini portal pendaftaran mitra calon SPPG akan kembali dibuka” pungkasnya. (*)





