Minggu, Agustus 23, 2026

Latest Posts

Klinik Utama Armina Hadir di Samarang Garut, Jadi Alternatif Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID — Upaya memperluas akses dan kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, terus dilakukan di Kabupaten Garut. Salah satunya melalui kehadiran Klinik Utama Armina yang resmi diperkenalkan kepada masyarakat di Jalan Raya Samarang, tepat di depan Klinik Cisanca, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026).

Klinik yang dibina oleh dr. Helmi Budiman tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut, terutama dalam penanganan tumbuh kembang anak serta mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka kematian ibu dan bayi.

Pembina Klinik Utama Armina, dr. Helmi Budiman, mengatakan klinik tersebut pada awalnya dirancang sebagai klinik yang fokus pada pelayanan ibu dan anak. Namun, berdasarkan regulasi terbaru, klinik utama dapat memberikan pelayanan dari berbagai bidang spesialis.

Ini sebenarnya klinik untuk ibu dan anak. Namun, dengan aturan dan regulasi yang baru, klinik utama boleh memberikan pelayanan berbagai spesialis,” ujar dr. Helmi.

Menurutnya, salah satu keunggulan Klinik Utama Armina adalah tersedianya dokter spesialis anak yang memiliki perhatian khusus terhadap penanganan tumbuh kembang anak.

Selama ini, penanganan tumbuh kembang anak di Kabupaten Garut lebih banyak dirujuk ke Bandung. Mudah-mudahan klinik ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Garut yang anaknya mengalami masalah dalam tumbuh kembang,” katanya.

Ia menjelaskan, Klinik Utama Armina telah memenuhi persyaratan minimal sebagai klinik utama, yakni memiliki sedikitnya dua dokter spesialis. Selain pelayanan rawat jalan, klinik tersebut juga menyediakan fasilitas rawat inap.

Terkait pelayanan melalui BPJS Kesehatan, dr. Helmi mengatakan saat ini Klinik Utama Armina masih dalam proses pengurusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Untuk saat ini belum BPJS karena proses untuk mendapatkan izin atau kerja sama dengan BPJS cukup lama. Kalau nanti sudah mendapatkan izin, tentu bisa melayani pasien BPJS,” ujarnya.

Dr. Helmi menambahkan, kehadiran Klinik Utama Armina juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan angka kematian ibu dan bayi.

Menurutnya, fasilitas kesehatan khusus ibu dan anak di Kabupaten Garut masih relatif terbatas. Karena itu, keberadaan klinik ibu dan anak dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan sebelum masyarakat harus mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dedikasi dr. Helmi Budiman dalam menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kami betul-betul sangat berterima kasih atas inisiatif, dedikasi, dan pengorbanan Pak Helmi untuk membangun Klinik Utama Armina bagi masyarakat Garut,” kata Abdusy Syakur Amin.

Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Ia berharap keberadaan Klinik Utama Armina dapat memberikan alternatif pelayanan sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan kesehatan lebih cepat tanpa harus bergantung pada satu fasilitas kesehatan.

Ini akan menambah kapasitas tempat tidur yang kita miliki. Kita juga masih mendorong dan meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menambah fasilitas rumah sakit di Garut,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah daerah perlu membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Hj. Leli Yuliani mengatakan, kehadiran Klinik Utama Armina sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Alhamdulillah, dengan adanya Klinik Armina ini, Pemerintah Kabupaten Garut merasa sangat terbantu, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak,” kata Leli.

Ia mengungkapkan, di wilayah Kecamatan Samarang, khususnya wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, angka kematian bayi masih menjadi perhatian.

Dengan adanya Klinik Armina ini, mudah-mudahan bisa sangat membantu dan mempercepat pelayanan, karena rumah sakit lainnya memang sudah penuh,” ujarnya.

Leli menjelaskan, penyebab kematian ibu dan bayi cukup beragam. Pada ibu, antara lain berkaitan dengan hipertensi dan perdarahan. Sementara pada bayi, kasus yang banyak ditemukan adalah bayi berat lahir rendah (BBLR) dan prematur.

Kondisi prematur dan berat badan lahir rendah menyebabkan banyak bayi mengalami gangguan respirasi dan kardiovaskular, termasuk sesak napas,” katanya.

Leli menyebutkan, hingga saat ini angka kematian ibu di Kabupaten Garut tercatat sekitar 20 kasus. Angka tersebut disebutnya sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

sekarang sekitar 20 kasus, sudah lebih turun daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan angka kematian bayi juga ikut menurun,” pungkasnya.(J Wan)

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012