KORAN-FAKTA.ID – Mengusung semangat kebersamaan dengan tagline “Bersama Kita Ride, Bersaudara Kita Solid”, Komunitas Motor Aparatur Garut (MARAG) menggelar Touring MARAG Anniversary ke-3 pada Sabtu hingga Minggu, 29–30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut secara langsung dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, yang juga merupakan Pembina Komunitas MARAG.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Yana menyampaikan bahwa kegiatan touring bukan sekadar aktivitas berkendara bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun rasa kekeluargaan di antara aparatur.
“Ini dalam rangka anniversary yang ketiga. Teman-teman ini kan berkelompok untuk melakukan kegiatan bersama. Tadinya pemberangkatan awal kita akan melaksanakan bakti sosial, tetapi karena ada satu dan lain hal, kegiatan tersebut belum bisa direalisasikan,” ujar Nurdin.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa MARAG tetap memiliki rencana untuk memberikan kontribusi sosial, salah satunya melalui kegiatan yang berkaitan dengan Masjid Agung Garut.
Menurutnya, rute touring juga dirancang untuk melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Garut. Peserta berangkat dari lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, kemudian menuju Bungbulang, Caringin, Mekarmukti, Cikelet, hingga kawasan Masjid Agung Garut sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sayang Heulang yang menjadi lokasi utama rangkaian kegiatan.
Nurdin menilai, kebersamaan yang dibangun melalui komunitas seperti MARAG seharusnya tidak berhenti pada kegiatan touring, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
“Ini adalah sesuatu yang sangat berharga. Kebersamaan harus dibangun. Saya ingin ini diimplementasikan dalam konteks pekerjaan keseharian. Dengan kebersamaan, semuanya akan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat rasa saling memperhatikan, kepedulian, dan empati antaraparat.
“Silih asah, silih asih, silih asuh. Mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan dalam setiap langkah kerja kita,” ujarnya.
Nurdin juga menekankan pentingnya membangun hubungan kekeluargaan di lingkungan organisasi perangkat daerah (SKPD). Menurutnya, hubungan kerja tidak seharusnya dibangun dengan sekat atau kesenjangan antarpersonal.
Ia mengibaratkan hubungan antaraparat sebagai hubungan dalam sebuah keluarga. Dalam keluarga yang sehat, kata dia, orang tua tidak akan mencelakai anaknya, begitu pula seorang anak tidak akan menyakiti orang tuanya.
“Jangan sampai seolah-olah di antara kita ada sekat atau gap. Kalau sudah ada gap di antara kita, lalu di mana kebersamaan yang kita bangun untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat?” tegasnya.
Menurut Nurdin, kekeluargaan yang kuat di lingkungan pemerintahan akan menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bangun dulu kekeluargaan yang kuat di SKPD. Insya Allah, pelayanan kepada masyarakat di segmen kita juga akan baik. Tidak masuk akal kalau kita ingin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat tanpa ada kebersamaan yang dibangun di dalam,” katanya.
Ia menegaskan, semangat kebersamaan menjadi salah satu kunci dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah. Dengan hubungan yang harmonis di internal organisasi, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik.
“Kalau keluarga ini baik, insya Allah akan menampilkan karakter keluarga yang baik. Interaksi dengan keluarga dan lingkungan juga akan baik. Ini yang sering saya sampaikan dalam beberapa kesempatan,” pungkasnya. (J Wan)



















