KORAN-FAKTA.ID – Minggu (22 Desember 2024), dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut berbagi tali asih dengan puluhan lansia yang berada di UPT Satuan Pelayanan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat, Jalan RSU dr. Slamet, Garut.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, saat ditemui sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa pihaknya sengaja memperingati Hari Ibu di tempat tersebut. Hal ini karena banyak kaum ibu, atau yang biasa disebut emak-emak, serta lansia laki-laki (kakek-kakek) yang tentunya mereka juga lahir dari rahim seorang ibu.

“Di sini, banyak emak-emak yang pada dasarnya memiliki anak-anak. Ada yang anaknya jauh, ada juga yang terlantar. Karena itu, hari ini kami memaknai Hari Ibu dengan memberikan tali asih kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Yudha.
Yudha menjelaskan, dari 85 lansia yang berada di tempat tersebut, terdapat 35 orang yang masih mandiri dan mampu mengurus diri sendiri. Namun, sebagian besar lainnya membutuhkan perhatian khusus dari para pekerja sosial yang bertugas di sana.

Momentum Hari Ibu di Griya Lansia
Lebih jauh, Yudha menuturkan bahwa momentum Hari Ibu tahun ini dimanfaatkan untuk menghibur dan mengusir rasa sepi para lansia yang tinggal di Griya Lansia.
“Tadi saya sempat berbicara dengan salah seorang lansia di sini. Mereka jarang sekali mendapatkan hiburan. Bahkan, ada yang masih memiliki keluarga, tetapi jarang dikunjungi. Mereka juga sempat meminta agar kami datang kembali pada bulan Ramadan nanti, dengan membawa hiburan seperti marawis,” ungkapnya.
Yudha menambahkan, meskipun di Griya Lansia ini tidak hanya dihuni oleh perempuan, makna Hari Ibu tetap relevan. Sebab, perempuan memiliki peran besar, tidak hanya sebagai ibu yang penuh kasih sayang, tetapi juga dalam kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.
“Bisa jadi, mereka saat masih produktif turut berperan aktif dalam membangun bangsa. Oleh karena itu, kami sengaja hadir di sini untuk menyapa, menghibur, serta memberikan santunan. Namun, yang terpenting adalah kehadiran kami dan interaksi dengan mereka yang benar-benar berarti bagi para lansia terlantar ini,” imbuh Yudha.

Pesan Moral dan Harapan untuk Lansia
Dalam kesempatan tersebut, Yudha yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Garut menyampaikan pesan moral agar masyarakat yang masih memiliki orang tua kandung tidak mengabaikan mereka.
“Sebisa mungkin, kita yang masih memiliki orang tua kandung harus tetap memperhatikan mereka, memberi kabar, mengunjungi, dan kalau memungkinkan, tinggal serumah jika kondisi orang tua sudah lemah,” tandasnya.
Menurut Yudha, keberadaan Griya Lansia di Kabupaten Garut perlu diperbanyak. Saat ini, kapasitas Griya Lansia hanya mampu menampung 75 orang, tetapi jumlah penghuni sudah mencapai 85 orang. Hal ini menyebabkan masih banyak lansia terlantar yang tidak dapat ditampung.
“Kami berharap Kementerian Sosial atau Dinas Sosial Jawa Barat bisa menambah jumlah Griya Lansia, agar lebih banyak lansia terlantar yang dapat dirawat oleh negara. Kami juga berharap kepala daerah yang baru terpilih dapat mengalokasikan anggaran lebih untuk pembangunan Griya Lansia baru atau perluasan kapasitas yang ada, mengingat banyaknya lansia terlantar di luar sana akibat keterbatasan ruang,” pungkasnya. (J WAN)





