Jumat, Mei 15, 2026

Latest Posts

Pemkab Garut Dukung Pelestarian Seni Jaipong Lewat Pasanggiri Warak Satya II

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pasanggiri Jaipong Kreasi Warak Satya II bertema “Gagah Rucita Waluya Jati Raharja” yang berlangsung di Gedung Art Center, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (4/10/2025).

‎Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Sunda, khususnya tari Jaipong. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Garut, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Jawa Barat.

‎Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kerja keras panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan baik.

‎“Apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, kepada ketua panitia beserta jajaran, dan juga kepada seluruh peserta yang saya dengar barusan dari ketua panitia bahwa ternyata peserta hari ini bukan saja hanya dari Kabupaten Garut tetapi juga hadir dari kabupaten-kabupaten lainnya. Luar biasa, tepuk tangan dulu ini,” ujar Mia.

‎Ia menilai, pasanggiri ini menjadi wadah ideal bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dalam seni Jaipong. Mia berharap, Jaipong bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah karena memiliki nilai edukatif dan dapat menjadi bekal keterampilan bagi peserta didik.

‎“Saya sangat apresiasi kepada khususnya para pendidik, guru yang mudah-mudahan jaipongan ini menjadikan salah satu kurikulum di sekolah. Karena memang bisa menjadi bakat yang dari kecil bisa dipakai hingga dewasa nanti,” jelasnya.

‎Menurut Mia, kemampuan menari Jaipong memiliki nilai tambah dalam berbagai kegiatan resmi, terutama dalam penyambutan tamu dan acara kenegaraan.

‎“Di setiap momen apapun itu, baik di kenegaraan ataupun sebagainya, setiap kegiatan, ada kegiatan acara, pasti kita itu selalu ditampilkan, dan pasti selalu jadi orang yang paling utama terkait dengan penerimaan tamu, tampilan dan sebagainya,” katanya.

‎Ia mendorong para peserta untuk terus mengasah kemampuan dan menjadikan seni Jaipong sebagai modal berharga dalam ajang seni dan budaya lainnya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Yulis Nurfarida menuturkan bahwa Pasanggiri Jaipong Kreasi Warak Satya II bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya Sunda.

‎“Ini bukan hanya sekadar pasanggiri, namun pada kesempatan ini, kita bersama-sama menjaga warisan budaya kita, khususnya dalam budaya Sunda,” tutur Yulis.

‎Yulis juga menjelaskan bahwa seni Jaipong tidak hanya berisi gerakan tari, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter.

‎“Tadi Jaipong itu merupakan seni yang terlihat kelembutannya, bahwa seni itu Bapak/Ibu ada kaitannya dengan pembelajaran. Bukan hanya sekadar gerak saja, tetapi di sana ada kolaborasi, nilai estetika, sikap, kreativitas, dan utamanya membentuk karakter anak,” tambahnya.

‎Ia berharap pembelajaran melalui seni tari dapat menanamkan etika dan sopan santun kepada anak-anak sejak dini.(*)

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 1
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 13
Iklan 14
Iklan 15
Iklan 16
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012