Jumat, Juli 31, 2026

Latest Posts

Rakercab 2026, Kwarcab Garut Susun Program Kerja dan Perkuat Peran Pramuka di Tengah Tantangan Zaman

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Garut menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Balai Diklat Kependudukan dan KB, Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).

Ketua Kwarcab Garut, Ade Hendarsyah, mengatakan Rakercab merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka yang mewajibkan setiap kwartir menyelenggarakan rapat kerja satu kali dalam setahun.

Menurutnya, terdapat dua agenda utama yang dibahas dalam Rakercab 2026, yakni evaluasi pelaksanaan program kerja Kwarcab periode 2025–2026 serta penyusunan rencana program kerja tahun 2026–2027.

“Pengurus Kwartir Cabang Garut baru dilantik pada Januari 2026, sehingga masa kepengurusan baru berjalan sekitar tujuh bulan atau satu semester. Karena itu, Rakercab kali ini lebih difokuskan pada penyusunan program kerja tahun 2026–2027, meskipun tetap dilakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan,” ujar Ade.

Ia mengakui Gerakan Pramuka saat ini menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya Pramuka menjadi kebutuhan bagi para peserta didik di sekolah, kini sebagian siswa justru menganggap kegiatan tersebut sebagai beban.

Menurut Ade, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, meski pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi yang memperkuat keberadaan Gerakan Pramuka di sekolah. Di antaranya Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 serta Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang pada prinsipnya menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib di setiap sekolah.

“Dengan dasar hukum tersebut, kita memiliki landasan yang kuat untuk terus melaksanakan kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah. Tujuan utamanya adalah membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki kecakapan hidup, serta menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baik sesuai dengan kode kehormatan Gerakan Pramuka, yaitu Trisatya dan Dasadarma,” katanya.

Ade menambahkan, perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi turut memengaruhi kehidupan generasi muda. Kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan dampak negatif yang perlu menjadi perhatian.

“Salah satu persoalan yang kita hadapi saat ini adalah anak-anak lebih senang bermain gawai dibandingkan mengikuti kegiatan Pramuka. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan bahwa kegiatan Pramuka sudah tidak lagi menarik. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama karena faktanya terjadi penurunan nilai-nilai moral di kalangan sebagian generasi muda,” ungkapnya.

Ia berharap Gerakan Pramuka tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga tetap relevan sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kecakapan hidup bagi generasi muda Indonesia.(J Wan)

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 13
Iklan 14
Iklan 15
Iklan 16
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012