KORAN-FAKTA.ID – Anggota Komisi IV DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan dari Fraksi PDI Perjuangan, mulai melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ke-III tahun 2025.
Yudha menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I, tepatnya di RW 14, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Selasa (2 Juli 2025).

Desa Haurpanggung merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur Garut sejak subuh hingga malam pada 28 Juni 2025. Di desa ini, sedikitnya enam RW terdampak bencana hidrometeorologi.
“Alhamdulillah, Disdukcapil Garut menyelenggarakan pelayanan publik terkait administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KTP, dan KK. Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Kami juga menyerahkan enam unit mesin pompa sedot dari BPBD serta bantuan 1,5 ton beras untuk warga kurang mampu di Kecamatan Tarogong Kidul dan sekitarnya,” ujar Yudha.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana alam yang baru-baru ini melanda beberapa titik di Garut.

Yudha menegaskan bahwa reses bukan hanya ajang menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin reses hanya berhenti pada penyerapan aspirasi. Saya ingin setiap kunjungan membawa manfaat langsung. Hari ini kami salurkan 1,5 ton beras sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut yang turut hadir menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan daerah yang disalurkan melalui kerja sama lintas sektor.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pak Yudha yang secara konsisten menggandeng kami untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Ini bentuk pelayanan publik yang konkret,” ujarnya.
Warga penerima bantuan pun menyambut baik langkah ini. Salah satunya, Ibu Aminah (62), warga Kampung Haurpanggung, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
“Kami merasa diperhatikan. Terima kasih kepada Pak Yudha dan pemerintah yang telah peduli kepada kami rakyat kecil,” ungkapnya haru.
Langkah Yudha ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap rakyat kecil. Dengan pendekatan humanis dan keberpihakan kepada masyarakat bawah, ia terus membuktikan bahwa politik bisa menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar janji (*)



















