KORAN-FAKTA.ID – Dalam rangka menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Wakil Bupati Garut, drg. L. Putri Karlina, memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah dinas dan instansi terkait, di antaranya Asda 1, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, BPBD, TNI-Polri, serta unsur kecamatan dan desa di wilayah Garut Selatan, Kamis (30/10/2025).
Rakor yang digelar di Rumah Makan Saung Rangon, Kecamatan Pameungpeuk, ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh sektor dalam menghadapi libur panjang, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan publik, hingga ketersediaan sarana dan prasarana di kawasan wisata. Pasalnya, wilayah Garut Selatan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan setiap musim liburan tiba.

Wakil Bupati Garut, drg. L. Putri Karlina, menjelaskan bahwa pertemuan ini masih pada tahap pemetaan (mapping) awal untuk menghimpun berbagai masukan dan keluhan dari para kepala desa serta pelaku pengelola wisata di wilayah selatan.
“Intinya, kami ingin mendengarkan apa saja kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi. Rata-rata memang soal pembinaan, karena banyak pelaku wisata yang orientasinya hanya mencari keuntungan tanpa pengelolaan keuangan yang baik. Akibatnya, sulit untuk melakukan pengembangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, permasalahan infrastruktur juga menjadi salah satu hambatan di lapangan.
“Banyak jalan menuju objek wisata yang tidak bisa diperbaiki karena status lahannya bukan milik Pemda, melainkan milik perseorangan. Hal-hal seperti ini yang sedang kami cari jalan tengahnya,” kata Wabup.
Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan akan fasilitas keselamatan dan keamanan wisatawan.
“Beberapa alat rescue sudah disiapkan Pemda, namun ada juga yang perlu dukungan dari pihak provinsi atau pusat. Desa-desa juga menyampaikan permintaan bantuan terkait keamanan, agar wisatawan merasa nyaman dan tidak kapok datang ke Garut Selatan. Termasuk juga persoalan sampah yang harus kita tangani bersama,” tutur Putri.
Ia berharap, melalui koordinasi lintas sektor ini, persiapan menghadapi libur Nataru dapat lebih matang dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.
“Sebetulnya Garut Selatan sudah sangat siap menjadi wilayah wisata unggulan. Hanya saja, masyarakat lokal masih perlu dibina agar bisa menjadi tuan rumah yang ramah dan nyaman bagi para wisatawan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dalam menghadapi momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Memang setiap tahun kita sudah terbiasa membuka posko kesehatan. Tahun ini kita akan membuka 19 posko, dan 4 di antaranya berada di wilayah selatan, yaitu di Pantai Santolo, Karangpapak, Taman Manalusuk, dan Sayang Heulang,” ujar dr. Leli.
Ia menambahkan, untuk personel yang bertugas akan melibatkan cukup banyak tenaga kesehatan. “Setiap posko nantinya dijaga oleh 4 orang petugas per shift, termasuk sopir ambulans. Posko akan mulai beroperasi sejak 21 Desember hingga 2 Januari,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Leli menuturkan bahwa sarana dan prasarana di posko telah dilengkapi untuk memberikan pertolongan hidup dasar maupun pelayanan pengobatan. “Jika terdapat pasien yang perlu dirujuk, kami sudah menyiapkan fasilitas rujukan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Pameungpeuk,” tandasnya.(J Wan)



















