KORAN-FAKTA.ID – Keprihatinan terhadap kondisi lingkungan mendorong Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, turun langsung membersihkan sampah di ruas Jalan Ibrahim Adjie, Kabupaten Garut, Senin (26/1/2026) sejak pukul 05.30 WIB.
Kegiatan bersih-bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Garut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disdamkar, KNPI, BEM IPI, Mahasiswa Penjelajah IPI Garut, Gerakan Pramuka IPI, komunitas pemuda, warga sekitar, Komunitas Jeep, B-clean Barariuk, serta Baguna PDI Perjuangan Kabupaten Garut.
“Dalam waktu sekitar dua setengah jam, terkumpul 85 karung sampah. Itu baru satu ruas jalan dari perempatan Rancabango ke arah pertigaan Indomaret Sukagalih, belum termasuk ruas ke arah Langensari,” ujar Yudha.
Ia menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lintas wilayah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan harus menjadi gerakan kolektif.
Yudha juga menyoroti keterbatasan petugas DLH yang hanya melakukan pengangkutan sampah di ruas tersebut dua minggu sekali karena keterbatasan sumber daya, bahkan sebagian masih berstatus relawan.
“Sampah plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai dan dapat merusak tanah serta berdampak pada kualitas hasil pertanian,” jelasnya.
Selain sampah plastik, ditemukan pula botol -botol minuman keras, alat kontrasepsi kondom, dan tisu magic di beberapa tempat jalur jalan itu. Kondisi tersebut, menurut Yudha, sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius semua pihak.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyediakan tempat sampah di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie serta mendorong para pedagang para pedagang yang berjualan baik yang kontemporer maupun yang punya tempat permanen untuk Mereka masing-masing menyediakan tong sampah mandiri
“setiap pagi kalau bisa sampahnya itu dibungkus secara rapi agar petugas LH juga tidak kebingungan ya seperti itu dan kalaupun petugas LH keterbatasan sumber daya masing-masing buang saja ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau tempat pembuangan Akhir (TPA), Gerakan bersih-bersih ini juga diharapkan dapat dilakukan secara rutin.
“Mari kita jaga kebersihan Kabupaten Garut. Jangan saling menyalahkan, ini tanggung jawab kita bersama,” tandasnya
Presiden Soekarno tanggal 8 Desember 1960 itu pernah datang ke Garut dan beliau begitu takjub dengan keindahan dan kebersihan Kota sehingga ada julukan kota intan, julukan kota intan ini harus kita jaga, pungkas Yudha. (J Wan)



















