Kamis, Agustus 20, 2026

Latest Posts

Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Launching Kebun Sehat dengan Pupuk Organik di Garut

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID – Inovasi dalam dunia pertanian berkelanjutan kembali mendapat perhatian melalui acara Launching Percontohan Kebun Sehat dengan Pupuk Organik yang sukses digelar pada Senin, 23 Desember 2024. Acara ini bertujuan memperkenalkan konsep kebun sehat yang ramah lingkungan, efisien, dan produktif, sekaligus mendorong petani serta masyarakat beralih menggunakan pupuk organik.

Dua lokasi kebun percontohan telah dikembangkan, yaitu di dekat kampus dan di RMU Desa Leles, yang saat ini dikelola oleh koperasi sebagai kantor, kios, gudang jagung pipil, sekaligus kebun percontohan. Acara ini juga menjadi bagian dari persiapan program ketahanan pangan berkelanjutan.

Kegiatan Edukasi dan Pelatihan
Selain peresmian kebun percontohan, rangkaian kegiatan meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik serta penanaman pohon bahan baku organik, seperti pohon maja (berenuk), kelor, mengkudu, dan lidah buaya. Acara berlangsung di Gudang Koperasi Syariah Siliwangi (RMU Desa Leles), Jl. Jaksa Agung R. Soeprapto, dihadiri perwakilan pemerintah daerah, kelompok tani, akademisi, dan komunitas lingkungan.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menekankan pentingnya adopsi teknologi dan praktik ramah lingkungan dalam pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

“Dengan adanya kebun percontohan ini, kami berharap para petani dapat melihat langsung manfaat pupuk organik, baik dari segi hasil panen maupun dampaknya terhadap kesuburan tanah jangka panjang,” ujar Mohammad Riyandi Prananta, S.Si., salah satu narasumber.

Antusiasme Peserta dan Kolaborasi Multisektor

Kegiatan ini juga diramaikan dengan demonstrasi penggunaan pupuk organik, diskusi interaktif, serta pameran produk pertanian organik lokal. Salah satu peserta, Kokom Komariah dari KWT Bunga Ros, menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami sangat terinspirasi. Selain menjaga kesehatan tanah, penggunaan pupuk organik juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang semakin mahal,” ujarnya.

Acara ditutup dengan simbolis penanaman pohon oleh Kepala Desa Leles, Toni T., sebagai bentuk komitmen mendukung pertanian organik. Para peserta juga menerima bibit tanaman organik secara gratis sebagai apresiasi dan motivasi untuk memulai kebun sehat di lingkungan masing-masing.

Diskusi Pentahelix untuk Ketahanan Pangan


Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, diskusi strategis berbasis pentahelix yang melibatkan akademisi, petani, koperasi, dan pemerintah juga digelar. Diskusi ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, antara lain:

Akademisi menyusun modul pelatihan berbasis kebutuhan petani lokal.
Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan menyediakan subsidi pupuk organik.
Koperasi mendukung pemasaran produk pertanian dengan jaringan distribusi yang lebih luas.


Petani aktif dilibatkan dalam perencanaan hingga pelaksanaan program.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan dan menjadikan petani sebagai aktor utama dalam menciptakan ketahanan pangan nasional. (*)

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012