KORAN-FAKTA.ID – Rabu 16 Juli 20225, Anggota DPRD Kabupaten Garut Komisi 4 Hj Diah Kurniasari dan Yudha Puja Turnawan mengantar anak yang sempat putus sekolah mendaftarkan diri untuk bersekolah di SMK Muhammadiyah Garut,
Diketahui bahwa siswa tersebut bernama Rizki yang sempat putus sekolah sejak 16 Mei 2025 karena keterbatasan ekonomi.
Pendaftaran Ananda Rizki tersebut selain diantarkan oleh Anggota DPRD Garut Komisi 4, juga didampingi orang tuanya, bersama Camat Garutkota Rena Sudrajat dan Lurah Sukamentri Wujiono
Sekretaris Komisi 4 DPRD Kabupaten Garut, Hj. Diah Kurniasari, menyampaikan rasa syukur atas kembalinya Ananda Rizki ke bangku sekolah setelah kemarin vakum bersekolah
“Alhamdulillah, hari ini kita mengantarkan Ananda Rizki untuk kembali bersekolah. Karena kemarin sempat vakum belajar, maka atas dukungan orang tua dan kita semua, kami dari Komisi 4 DPRD Garut yang juga membidangi sektor pendidikan ingin mendukung penuh agar Ananda Rizki dapat kembali menempuh pendidikan, apalagi ini bertepatan dengan awal tahun ajaran baru,” ujar Diah.
Ia menambahkan bahwa pendidikan sangat penting, terutama bagi Rizki sebagai anak pertama dalam keluarganya.
“Sekolah ini sangat penting. Rizki harus belajar agar ke depan bisa mengubah nasib keluarganya. Kami titipkan Ananda Rizki di SMK Muhammadiyah. Mudah-mudahan ia menjadi lebih rajin. Masuk sekolah ini bukan karena paksaan. Kami yakin ia anak yang rajin dan pintar. Alhamdulillah, ini semua bisa tercapai berkat kolaborasi Komisi 4 DPRD Garut,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 4 DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menjelaskan bahwa ini merupakan bentuk aksi nyata dari Komisi 4, khususnya peran aktif Ibu Diah Kurniasari sebagai Sekretaris Komisi.
“Kami kemarin berdiskusi mengenai adik Rizki yang pada tanggal 16 Mei 2025 mengundurkan diri dari SMKN 2 Garut karena keterbatasan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu membayar Dana Sumbangan Pendidikan (DSP),” ujar Yudha.
Ia mengatakan, setelah berdiskusi dengan pihak SMK Muhammadiyah, khususnya Kepala Sekolah Bapak Yanyan, pihak sekolah bersedia menerima Rizki untuk belajar di SMK Muhammadiyah
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada SMK Muhammadiyah Kabupaten Garut yang berkenan menerima Ananda Rizki. Ini sejalan dengan komitmen kami di Komisi 4 untuk meningkatkan angka partisipasi murni siswa di tingkat SMP dan SMA,” lanjutnya.
Menurut Yudha, angka partisipasi murni untuk SMP di Kabupaten Garut berada di angka 79%, sementara SMA hanya 60,04%. Hal ini menunjukkan masih banyak lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.
Ia juga menyinggung pentingnya peran Pemprov Jawa Barat dalam meningkatkan kapasitas ruang kelas untuk SMA maupun SMK
“Lulusan SMP di Garut mencapai sekitar 52.000 orang. Namun, kapasitas ruang kelas untuk SMA/SMK negeri hanya menampung sekitar 33.000, sedangkan swasta sekitar 7.400. Masih ada sekitar 12.000 lulusan SMP yang bingung akan melanjutkan ke mana,” jelasnya.
Yudha juga mengingatkan soal pengelolaan DSP di sekolah negeri.
“DSP sebaiknya disesuaikan dengan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) dan dikomunikasikan kepada orang tua. DSP tidak dilarang, tetapi jika ditentukan besarannya secara sepihak, itu tidak diperbolehkan. Seharusnya bersifat sukarela,” tegasnya.
Yudha mengungkapkan bahwa kondisi keluarga Rizki masuk kategori miskin ekstrem. Ayahnya bekerja sebagai pekerja rongsok maaf bukan mengecilkan, tinggal di rumah kontrakan, dan memiliki lima anak, salah satunya penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, Dinas Sosial Pemprov Jabar juga telah membantu. Orang tua Rizki, Kang Andre dan Ibu Siti Arum, kini menjadi peserta program kewirausahaan yang akan dilatih selama 4 bulan. Insya Allah akan diberikan bantuan permodalan berupa mesin jahit dan bantuan lainnya,” katanya.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Garut juga akan memberikan bantuan kewirausahaan sebesar Rp2,5 juta kepada ayah Rizki agar dapat memulai usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu keluarga Rizki keluar dari kondisi miskin ekstrem. Komisi 4 DPRD Garut akan terus konsisten memperjuangkan agar angka putus sekolah di Garut dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutup Yudha.
Dalam kesempatan itu biaya pendaftaran Sekolah ditanggung oleh Anggota DPRD Garut Hj Diah Kurniasari dan Yudha Puja Turnawan, selain itu Camat Garut Kota juga ikut menyumbang dengan membelikan bantuan satu pasang sepatu sekolah. (J.Wan)






