KORAN-FAKTA.ID – pada Jumat, 18 Juli 2025. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan apakah terdapat warga Kecamatan Tarogong Kidul yang menjadi korban dalam tragedi makan siang gratis di halaman Babancong, Pendopo Garu
Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Slamet Garut pada Jumat, 18 Juli 2025. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan apakah terdapat warga Kecamatan Tarogong Kidul yang menjadi korban dalam tragedi makan siang gratis di halaman Babancong, Pendopo Garut
Acara makan siang gratis tersebut merupakan bagian dari rangkaian pesta rakyat usai pernikahan Wakil Bupati Garut. Sayangnya, kegiatan tersebut berujung petaka. Banyak peserta mengalami pingsan akibat saling berdesakan, bahkan hingga ada yang terinjak dan meninggal dunia.
Menurut Ahmad Mawardi, setelah mendapatkan informasi adanya musibah tersebut, dirinya langsung bergegas ke RSUD untuk memastikan kondisi warganya.
“Setelah saya cek langsung, memang benar ada dua orang warga Kecamatan Tarogong Kidul yang menjadi korban. Pertama, warga Desa Jayaraga yang saat kejadian sedang menolong orang-orang yang berdesakan. Namun karena kelelahan, ia pingsan dan langsung dibawa ke RSUD. Yang kedua, seorang ibu-ibu dari Kelurahan Sukakarya yang ikut antre karena sebelumnya mengikuti kegiatan senam,” jelasnya.
Terkait kondisi korban, Camat menyampaikan bahwa ibu-ibu dari Kelurahan Sukakarya sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat oleh dokter. Namun, warga dari Jayaraga masih dirawat karena mengalami sesak napas akibat kelelahan.
Berdasarkan data sementara dari Humas RSUD dr. Slamet Garut, total korban yang dirawat mencapai 16 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka dan pingsan. (J Wan)





