KORAN-FAKTA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mematangkan berbagai persiapan dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, seiring dengan potensi lonjakan wisatawan yang diperkirakan akan memadati sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Garut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan briefing dan rapat koordinasi lintas sektor untuk memfokuskan persiapan penyambutan Nataru. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Sebagai Ketua Forum Lalu Lintas, kami sudah merapatkan berbagai hal. Dalam ketetapan kemarin sudah jelas mana, siapa, dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan. Masing-masing SKPD sudah memahami tugas dan fungsi sesuai tupoksinya,” ujar Nurdin Yana. Kamis (18/12/2025)
Ia menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan. Saat ini, kondisi jalan yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat sudah mulai diperbaiki dan ditata kembali. “Alhamdulillah, jalannya sudah rapi dan insyaallah tidak akan menjadi persoalan saat Nataru,” tambahnya.
Terkait jalur menuju wilayah selatan, khususnya arah Mekarmukti dan kawasan-kawasan wisata, Nurdin menegaskan pentingnya kehati-hatian serta pemberian rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan sesuai arahan Bupati Garut.
Selain itu, pengelolaan kawasan wisata juga menjadi perhatian. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) diminta melakukan pendataan dan pemisahan antara kendaraan milik penduduk lokal dan wisatawan dari luar daerah. Langkah ini bertujuan agar penarikan retribusi wisata dilakukan secara tepat sasaran.
“UPT dan Disparbud diminta sudah memiliki data yang jelas terkait kendaraan penduduk asli dan kendaraan dari luar daerah, sehingga perlakuannya pun berbeda dan tidak menimbulkan persoalan,” jelasnya.
Pemkab Garut juga menginstruksikan seluruh kecamatan yang dilintasi jalur wisata untuk membuka rest area, menyiagakan petugas piket di lapangan, serta memastikan pelayanan tetap berjalan meskipun pada hari libur. Hal ini termasuk kesiapsiagaan layanan kesehatan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan dan bencana, alat berat disiagakan di tiga wilayah, yakni Garut Selatan, Tengah, dan Utara. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat mengingat beberapa ruas jalan provinsi berada di wilayah Kabupaten Garut.
Sementara itu, terkait kondisi cuaca, Nurdin mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Pemkab Garut melalui BPBD menyiapkan lima titik kesiapsiagaan di lokasi-lokasi krusial yang berpotensi terjadi bencana, termasuk kawasan wisata.
“Semua unsur terlibat, tidak terkecuali BPBD dan Dinas Kesehatan. Pos pelayanan kesehatan juga disiapkan untuk mengawal pemudik, wisatawan, dan masyarakat selama Nataru,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Garut berharap pelaksanaan Nataru 2025 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut. (J Wan)





