KORAN-FAKTA.ID – Wakil Bupati Garut, drg. L. Putri Karlina, menghadiri penutupan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) sekaligus penyerahan bantuan peralatan usaha bidang barista yang diinisiasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aura Creative. Kegiatan tersebut berlangsung di Perumahan Rancabango Intan Residence Blok E-10, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Wakil Bupati Garut, drg. L. Putri Karlina, mengapresiasi pelaksanaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang barista yang digagas oleh LPK Aura Creative. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah, meskipun sumber pendanaan program tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
“Sebetulnya modal kegiatan ini bukan dari Pemkab Garut, melainkan dari Dikdasmen. Namun, kedatangan saya ke sini untuk melihat langsung para pelajar dari masyarakat Garut serta aktivitas yang dilakukan. Alhamdulillah, luar biasa sekali,” ujar Putri Karlina.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 250 jam pembelajaran, para peserta yang mayoritas merupakan anak muda putus sekolah telah dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, saat ini keterampilan atau skill menjadi hal yang sangat penting, bahkan melebihi latar belakang pendidikan formal.
“Kita kasih skill, karena sekarang lebih penting skill daripada latar belakang pendidikan. Jadi saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah kepada generasi muda,” tambahnya.
Putri Karlina berharap para peserta ke depan mampu membuka usaha secara mandiri. Ia juga membuka peluang agar peserta yang memiliki potensi dapat diikutsertakan dalam program lanjutan Pemerintah Kabupaten Garut, seperti program Wira Hebat, guna mendapatkan pendampingan dan bantuan permodalan.
Sementara itu, Ketua LPK Aura Creative, Vera Susanti ,S.Pd.i menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kunjungan Wakil Bupati Garut. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2010, LPK Aura Creative secara konsisten menyelenggarakan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah dan perempuan yang termarjinalkan.
“Alhamdulillah, baru kali ini lembaga kami dikunjungi langsung oleh Wakil Bupati. Selama kurang lebih 15 tahun kami bergerak dan berbuat untuk Garut, dan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Vera berharap ke depan terjalin sinergi yang lebih kuat antara LPK Aura Creative dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya peningkatan sumber daya manusia, khususnya mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih tergolong rendah di Jawa Barat.
Ia menjelaskan, program PKW bidang barista ini diikuti oleh 20 peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima orang. Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut dan merupakan penerima manfaat program pemerintah yang didanai APBN melalui Kemendikbud.
“Usia peserta antara 15 hingga 24 tahun, semuanya merupakan anak-anak yang sedang tidak sekolah atau putus sekolah. Mereka menjadi prioritas utama dalam program ini,” jelasnya.
Dalam pelatihan barista, para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis kopi, menggunakan biji kopi lokal Garut yang dipadukan dengan kopi dari daerah lain seperti Aceh dan Jawa. Peserta diwajibkan mengenal sedikitnya empat jenis kopi, yakni arabika, excelsa, liberika, dan robusta, sebagai bekal keterampilan profesional di bidang perkopian. (J Wan)





