Kamis, September 3, 2026

Latest Posts

Disdik Garut Gelar Pembinaan Kelembagaan PAUD, Dorong Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak

Contoh tulisan bergerak memantul KORAN-FAKTA.ID

KORAN-FAKTA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) menggelar kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD sekaligus sosialisasi pendidikan inklusi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema “Lembaga PAUD Ramah Anak, Menyenangkan, Inklusi, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Disdik Garut dalam memperkuat kapasitas pengelola dan tenaga pendidik PAUD, sekaligus mendorong terciptanya layanan pendidikan yang ramah anak dan inklusif.

Pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman lembaga PAUD mengenai tata kelola kelembagaan dan manajemen yang baik, serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan layanan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Garut, H. Iyan Sopiyan, S.IP., melalui Kasi Paud dan Dikmas Hj. Awat Setiawati, S.Pd, M.Si mengatakan pembinaan kelembagaan dan sosialisasi pendidikan inklusi merupakan kegiatan rutin yang menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung visi Garut Hebat.

“Ini merupakan kegiatan rutin sekaligus salah satu program unggulan. Salah satunya terkait pendidikan inklusi. Kami mendorong seluruh lembaga PAUD untuk menerima dan memberikan layanan kepada anak berkebutuhan khusus,” ujar Hj. Awat.

Menurutnya, penerapan pendidikan inklusif perlu dimulai sejak jenjang PAUD. Hal tersebut karena di Kabupaten Garut tidak terdapat Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), sehingga lembaga PAUD didorong untuk mampu memberikan layanan pendidikan kepada seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Karena tidak ada TK khusus seperti TKLB, seluruh lembaga PAUD kami dorong untuk memberikan layanan inklusi. Jadi, pendidikan untuk semua harus dimulai sejak jenjang PAUD,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah organisasi dan kelompok kerja yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Di antaranya Pokja Bunda PAUD Kabupaten Garut, pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kabupaten Garut.

Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas dampak pembinaan melalui pengimbasan informasi dan pengetahuan kepada lembaga-lembaga PAUD di masing-masing kecamatan.

“Kami mengundang Pokja Bunda PAUD Kabupaten Garut, pengurus IGTKI, HIMPAUDI, dan PKG Kabupaten Garut. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan hasil kegiatan ini kepada lembaga PAUD yang ada di kecamatan masing-masing,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya dr. Yuli dari RSU yang juga merupakan anggota Pokja Bunda PAUD Kabupaten Garut. Selain itu, materi penguatan pendidikan inklusi dan kemitraan juga diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan PAUD.

Disdik Garut juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui penguatan mitra serta pemanfaatan dan peningkatan Rapor Pendidikan.

Dari sisi inklusi, kami juga memperkuat kemitraan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya melalui penguatan Rapor Pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, Hj. Awat berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan PAUD sekaligus mendorong kenaikan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Kabupaten Garut.

Kami berharap seluruh anak usia PAUD dapat terlayani di lembaga PAUD yang ada di wilayah masing-masing. Dengan demikian, APK PAUD di Kabupaten Garut dapat terus meningkat,” tuturnya.

Berdasarkan data Dapodik, saat ini terdapat sekitar 2.568 lembaga PAUD di Kabupaten Garut, baik lembaga formal maupun nonformal. Sementara itu, jumlah lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) mencapai sekitar 700 lembaga.

Menurutnya, jumlah layanan pendidikan tersebut masih terus berkembang seiring dengan dorongan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, termasuk dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun.

Melalui kegiatan pembinaan kelembagaan dan sosialisasi pendidikan inklusi ini, Disdik Garut berharap seluruh lembaga PAUD dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Dengan penguatan kelembagaan serta penerapan prinsip inklusi, layanan PAUD di Kabupaten Garut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan dapat diakses seluruh anak tanpa diskriminasi.

Pendidikan anak usia dini yang berkualitas diharapkan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus mempersiapkan generasi Kabupaten Garut yang unggul di masa mendatang.(J Wan)

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012

Slideshow 16+ Gambar Berjalan
Iklan 2
Iklan 3
Iklan 4
Iklan 5
Iklan 6
Iklan 7
Iklan 8
Iklan 9
Iklan 10
Iklan 11
Iklan 12
Iklan 1
Iklan 2

Latest Posts

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

Koran Fakta

Koran-Fakta.id Adalah media Online dengan Tag Line Kreativitas Lokal Referensi Global, Untuk Memberikan Informasi yang Berimbang,Informatif, Edukatif, yang Sesuai dengan Pedoman Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers tertanggal 30 Januari 2012